Haii…..
Namaku park yeo jin
Ingin tau cerita hidupku??
Mungkin hidupku terlihat menyedihkan, tapi aku tau itu…
Aku dari keluarga yang sederhana, aku biasa dipanggil jun yeol dan ibuku suka memanggilku itu. Marga ku adalah park, dimana marga itu diambil dari marga ayahku bernama Park Ji hyun. Ibuku bernama ParYeo Ra, tapi sekarang ibuku telah pergi meninggalkanku karena Tuhan lebih menyayanginya daripada aku.
Aku anak pertama dari dua bersaudara. Adiku masih kelas 1 SMP dan mungkin dia belum tau apa apa tentang hidupku. Aku sudah bekerja diluar kota.
Oh ya..
Aku suka kpop dan kdrama. Bahkan aku pernah histeris saat melihat itu. Tapi itu dulu, dan sekarang berubah karena masalah yang mengikutiku setiap langkahku. Sejak ibuku meninggalkanku, hidupku terasa sepi, sunyi dan kosong. Pernah aku menyerah saat menghadapi masalah hidupku. Tapi aku harus tau, jika aku masih punya adiku yang harus aku perjuangkan.
Aku memang anak yang suka mengalah pada orang tua dan menahan setiap rasa sakitku saat ada masalah dengan ayahku. Aku sudah berusaha untuk lebih tenang, tenang, dan tenang. Tapi, semuanya sia sia.
Mengapa??
Karena seseorang yang masih kumiliki benar benar tidak mengasihiku dan memahamiku seperti yang ibu dulu lakukan.
Aku tidak mau menjadi anak durhaka, dan aku harus tau itu tidak benar. Aku ingin semuanya berlalu dengan akhir yang bahagia. Dimana aku mengenal orang yang baru dalam hidupku, dan orang itu bisa menggantikan posisi ibuku dulu. Tapi..
Aishh…
Mengapa aku selalu menghayal jika itu akan nyata? Buktinya saja setiap ada orang asing dirumahku, aku merasa benci dan dendam dengan orang itu. Itu artinya aku belum bisa mengikhlaskan kepergian ibuku.
Aku tertekan.
Aku takut.
Aku khawatir.
Jika wanita itu tidak akan melakukan apa yang menjadi kewajibannya pada keluarga barunya nanti, yang mungkin akan menjadi bagian dalam keluargaku. Bukan diriku sendiri yang aku takutkan. Tapi adiku, dia belum tau apa apa tentang hal itu. Dia masih polos, dan aku takut jika kelak aku kerja terus menerus diluar kota, dia akan sendirian. Dan mungkin ibu baruku akan menelantarkan nya.
Aku benci hal seperti ini!!
Aku tidak sanggup membiarkan adiku sendirian dan dapat dipastikan ayahku akan mementingkan keluarga barunya itu dibanding adiku nanti. Sempat aku memikirkan, jika aku kerja keluar kota, aku akan mengajak adiku hidup bersamaku. Tapi, bagaimana aku akan menjalani hidup seperti itu? Seperti lelucon bukan? Seperti seorang raja yang diusir dari kerajaannya sendiri.
Hufftt…
Tuhan…
Berikan aku kekuatan, tabahkan diriku, lindungi adiku yang ada disana sendiri.
Ku rindu mereka yang sangat berharga dalam hidupku. Ku rindu akan ocehan ocehan yang kututurkan setiap hari dengan adiku. Ku rindu canda tawa yang ku ukir dengan adiku. Ku rindu dia menangis karena sesuatu yang hilang. Ku rindu karena dia selalu Masayuki setiap ada maunya. Aku juga rindu ibuku yang selalu memberikan aku senyuman tiap pagi. Aku rindu ibuku yang selalu memarahiku setiap dia merasa jengkel denganku. Aku rindu dengan ibuku yang selalu menangis karena bangga dengan diriku.
Aku rinduu itu semua…
Kemana itu semua menghilang??
Kapan aku akan kembali seperti itu lagi??
Mengapa semua kisah yang pernah ku ukir sederhana hilang begitu saja..
Hahhhh!!!
Tapi tak apa, aku harus bisa mengikhlaskan semua itu. Aku bisa membuka lembaran baru dengan mengubah itu semua. Aku akan berada disisi adiku walaupun adiku tidak meminta itu. Aku janji, dia tidak akan kesepian.
Semua yang menjadi beban dalam hidupku ku lampiaskan dengan semua hobi yang kumiliki. Aku menari, aku bernyanyi, aku menangis dalam sunyi, dan kadang aku tertawa tanpa sebab.
Apakah aku telah frustasi?
Kurasa memang benar..
Tapi aku masih bisa menahan emosiku saat ku lepas kendali. Ku mencoba untuk sabar dan bertindak. Ku abaikan mereka yang mengomel tanpa manfaat yang hanya mencibir ku. Mereka begitu, karena mereka belum pernah merasakan hidup di posisiku saat ini.
Kumaafkan mereka yang hanya mencibir ku dan lalu meminta bantuan terhadapku karena sebab. Terkadang adiku juga pernah dihina mereka, dan aku hanya melapangkan dada dan membuat adiku tetap sabar. Aku memberikan motivasi untuknya. Aku berusaha membuat adiku memjadi anak yang kuat, jika ditiup angin bahkan badai telah menerjang hidup.
Aku akan membuat hidupku dan adiku jauh lebih indah dari ini. Aku akan mengeluarkan diriku dan adiku dari dunia gelap ini. Dan aku benci ini! Aku harus bisa keluar dari masalah ini. Dan aku akan melangkah lebih maju dari sebelumnya.
Oh yaa..
Aku pernah bermimpi untuk menjadi seorang dancer dan sutradara. Dan mungkin itu efek aku terlalu banyak melihat kpop dan k-drama. Dan itu menurutku tidak ada salahnya, karena aku mendapatkan pengaruh positif dari hal itu.
Semoga saja itu tidak angan angan belaka, dan semoga itu pasti, karena ku tahu takdir bisa diubah mulai detik ini juga dengan kita bertindak cepat dan tepat.
Semangatttt!!!!
Aku pasti bisa!!!