Love story

Haiii…

Kembali lagi dengan sedikit cerita yang berbeda ya…

Biar gk terlalu serius gituhhh…

Aku mau sharing tentang asmara, yang pasti setiap orang merasakannya.

Aku adalah tipe orang yang dulunya anti sama laki laki. Karena menurutku mereka semuanya buaya. Mungkin anti sama cowok itu sekitar sampai Kelas 2 SMK.

Cuek?

Iya..

Dan tiap kali aku diajak chat atau nongkrong gitu, aku gk mau. Aku malu kalo dilihat orang sekitar. Dan aku gk suka jalan sama cowok. Tapi setelah aku mengenal seseorang yang bukan siapa siapa dalam hidupku. Eakkks.. Cowok itu beda banget sama dugaanku. Dia itu sangat menghargai wanita. Mau tanggung jawab. Rela ninggalin kopi saat nongkrong demi bantuin cewek karena motor mogok. Dan bahkan dibela belain buat nganter pulang aku sama temenku.

Gk banyak gaess yang kek gitu mah. Akutu suka heran kalo ngeliat dia. Dia juga pernah cerita tentang dia ditinggal sama si doi. Kok ada gitu cowok kek gitu ditinggal ceweknya. Dan aku berusaha untuk nenangin saat dia lagi galau tentang cewek.

Aku sempet kagum sama dia. Tapi ada sedikit rasa kurang setuju dengan pemikirannya. Kok malah bahas dia sihh.. Skip aja langsung tentang cerita aku yess..

Menurutku dari banyak cowok yang sudah aku amati. Aku bisa menyimpulkan bahwa aku ingin memiliki suami yang imannya kuat, sholeh, tinggi, sopan santun sama orang tua, penyayang, cool, adem kalo dilihat, bisa menuntunku kejalan yang benar, dan menegurmu saat aku salah arah, mau berkorban, sabar.

Kalo dilihat dari segi tipe, mungkin terlalu banyak, karena yang kek gitu gk banyak. Untuk masalah iman, aku juga sadar diriku sendiri. Kadang sholat aja males. Baca Al-qur’an juga jarang.

Dan untuk sekarang, aku ingin memperbaiki itu semua. Dan aku sudah mencoba untuk mendengarkan ceramah islam, sholawatan, tadarus juga alhamdulillah bisa khatam di bulan Ramadhan ini. Aku memiliki prinsip jika aku ingin memiliki calon imam dengan kriteria seperti itu aku harus bisa bercermin dan mau memperbaikinya.

Aku juga pernah jatuh hati pada seseorang dan aku terlalu cepat untuk jujur padanya. Itu adalah salah satu kelemahanku terkait dengan masalah hati. Setelah beberapa hari kemudian, aku sudah mengenal sikapnya yang menurutku tidak tanggung jawab. Memang benar dia penurut sama orang tua, tapi setidaknya dia juga harus menghargai seorang wanita. Kecewa terbesarku padanya salah satunya itu. Semakin hari sikapnya membuatku muak terhadapnya.

Dan setelah beberapa hari aku memutuskan untuk menjelaskan semuanya dan kita hanya sebatas teman. Oh ya sebelumnya itu keadaannya masih TTM belum ada status ya. Dia saat itu gk Terima sama keputusanku, tapi harus diterima apa adanya. Daripada aku gk jujur itu lebih menyakitkan untuknya dan tidak adil untuknya. Aku berusaha untuk menjaga jarak agar dia gk terlalu baper sama kesehariannya saat komunikasi denganku.

Tapi ya sudahlah itu sudah berlalu ya gk usah diungkit ungkit lagi. Yang namanya ada pertemuan pasti ada perpisahan. Dan mulai itulah sampai saat ini aku masih belum atau lebih tepatnya masih mengurung diri untuk tidak terlalu dekat dengan seorang laki laki. Kalau hanya sebatas teman ya wajar lah tapi juga harus tau batasannya.

Ceritaku cuma dikit sih masalah asmara. Ya mau gimana lagi aku gk punya banyak pengalaman. Kalo gk hati hati nanti bisa sakit hati zaman sekarang mah.

Okey,,

Sampai jumpa di cerita berikutnya..

Tinggalkan komentar